Langit begitu
cerah di malam yang semua bintang menampakkan cahaya menerangin langit dunia,
rasi bintang layang-layang atau sering di sebut juga rasi bintang ikan pari
dengan gagah menunjuk ke arah selatan dengar sinar indahnya, rasi bintang
layang-layang tak pernah ingkar untuk menunjuk arah selatan dan ini menjadi
pedoman para nelayan yang melaut, tak jauh dengan hatiku yang menunjuk ke arah hatimu setiap detik walaupun enkau jauh tapi hati ini bisa menembus ruang tiga
dimensi yang memisahkan kita.
Hari ini ku
membuat sebuah cerpen permintaan pak Dona Aji untuk di lombakan di fakultas,
akhirnya seharian ini ku buat cerpen bertemakan romansa yang salah satu
tokohnya memakai nama pemilik hatiku. Setelah selesai ku serahkan ke pak Dona
Aji dan dia tesenyum membaca cerpenku. Jika suatu saat engkau halal bagiku, ku
akan berikan cerpen ini untuk kau baca, sebagai hadiah dari sekeping hati yang
ingin bicara, aduhai bahagianya hari ini.
Subhanallah,
Allah menganugrahkan rasa ini begitu indah, meski sudah melewati hari, bulan dan
tahun tapi uniknya rasa ini terus bersemi. Kadang kufikir mungkin cintaku
padamu tak ada musim gugur dan musim dinginnya tapi musim semi terus. Urusan yang
satu ini memang tak ada habisnya, makanya ku bertekad membawa rasa ini sampai
mati, jikapun disurga ku tak bisa menemukanmu, ku akan minta Pada Pemilik Surga
agar menjadikan salah satu bidadarinya serupa denganmu kekasih hatiku.
Malam ini akan
jadi malam yang panjang untukku, biarlah ku terus menulis dan bermandikan
cahaya bintang. Bintang yang mengguratkan wajahmu, jika tangan ini bisa meraih
bintang tentu akan ku kirimkan sekarang juga bintang yang terindah kepadamu.
~cacatan malam
yang panjang~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar