Rabu, 15 Mei 2013

Segenggam Bintang untukmu


Langit begitu cerah di malam yang semua bintang menampakkan cahaya menerangin langit dunia, rasi bintang layang-layang atau sering di sebut juga rasi bintang ikan pari dengan gagah menunjuk ke arah selatan dengar sinar indahnya, rasi bintang layang-layang tak pernah ingkar untuk menunjuk arah selatan dan ini menjadi pedoman para nelayan yang melaut, tak jauh dengan hatiku yang menunjuk ke arah hatimu setiap detik walaupun enkau jauh tapi hati ini bisa menembus ruang tiga dimensi yang memisahkan kita.


           Hari ini ku membuat sebuah cerpen permintaan pak Dona Aji untuk di lombakan di fakultas, akhirnya seharian ini ku buat cerpen bertemakan romansa yang salah satu tokohnya memakai nama pemilik hatiku. Setelah selesai ku serahkan ke pak Dona Aji dan dia tesenyum membaca cerpenku. Jika suatu saat engkau halal bagiku, ku akan berikan cerpen ini untuk kau baca, sebagai hadiah dari sekeping hati yang ingin bicara, aduhai bahagianya hari ini.  

Subhanallah, Allah menganugrahkan rasa ini begitu indah, meski sudah melewati hari, bulan dan tahun tapi uniknya rasa ini terus bersemi. Kadang kufikir mungkin cintaku padamu tak ada musim gugur dan musim dinginnya tapi musim semi terus. Urusan yang satu ini memang tak ada habisnya, makanya ku bertekad membawa rasa ini sampai mati, jikapun disurga ku tak bisa menemukanmu, ku akan minta Pada Pemilik Surga agar menjadikan salah satu bidadarinya serupa denganmu kekasih hatiku.

Malam ini akan jadi malam yang panjang untukku, biarlah ku terus menulis dan bermandikan cahaya bintang. Bintang yang mengguratkan wajahmu, jika tangan ini bisa meraih bintang tentu akan ku kirimkan sekarang juga bintang yang terindah kepadamu.

~cacatan malam yang panjang~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar