Hidup ini
memang penuh teka teki, dari jutaan orang yang ada di bumi, dari ratusan
kesempatan yang datang tapi kita hanya memilih satu saja yang menjadi pemilik
hati. Hidup kadang menyebalkan sekali, ada banyak hal yang kadang kita terlalu
takut untuk melangkahkan nya dan akhirnya menyesal karena pilihan kita tidak
sesuai dengan isi hati yang sebenarnya.
Sejuta takut
yang menghampiri hati ini padahal di sisi hati yang paling dalam kita sangat
menginginkannya, di setiap hembusan nafas kita membawa rasa itu, bahkan setiap
doa hanya memintanya, sekeras apapun kita mencoba menghilangkannya, membuangnya
jauh atau menghapusnya, tapi yang terjadi sebaliknya rasa itu semakin mengakar
dan tak bisa di hapus oleh apapun di dunia ini.
Ketika hati
ini dikalahkan logika sempit melangkah pada kesalahan yang membuat luka yang
lebar di hati, kita berusaha tersenyum pada dunia padahal hati ini menangis
tanpa air mata. Berada di tempat yang mempunyai kenangan indah tentu akan
sangat membahagiakan tapi tidak bagi diri yang salah melangkah tidak menuruti keinginan
hati, setiap tempat penuh kenangan hanya memperlebar luka yang semakin
menganga.
Ketika langkah
ini masuk dalam jurang terjal yang tak bertepi dan seluruh logika meruntuhkan
cita cita, serta semangat hati untuk meraih mimpi, di saat hati kembali memanggil
sang pemiliknya, kita di hadapkan pada dua pilihan yaitu kembali mendaki jurang
dan berharap semua bisa kembali seperti sedia kala atau terus terbenam dalam
jurang yang memaksa kita menangis tanpa air mata dan tersenyum dengan penuh
kepalsuan kepada dunia.
Sungguh hati
ini tak pernah berubah sedikitpun untuk mencintainya, hati ini memanggil mangil
namanya, mimpi ini hanya ada dirinya,
setiap daun yang jatuh mengguratkan wajahnya, sungguh kerinduan yang tak
bertepi ini selalu ku titipkan pada semesta agar menyampaikan bahwa hati ini
tak pernah sedikitpun berubah karena dirinyalah pemilik hati ini.
Hampir setiap
hari setelah menghadap sang pemilik semesta, ku minta satu hal pada Sang yang
tak pernah ingkar janji agar menjaga rasa ini sampai surga, jika memang dunia
yang penuh sesak dan air mata ini tak bisa menyatukan hati ini, biarlah pemilik
semesta memberikan takdir pada hati ini agar menyatu di tempat setelah dunia,
tempat yang pemilik semesta janjikan penuh dengan kebahagiaan yang tak
terhingga, disitu tidak ada lagi air mata, disana tidak ada lagi penyesalan,
disana tidak ada lagi salh pilih atau salah langkah, diri yang hina ini meminta
pada pemilik semesta yang agung untuk menjadikan cinta kami abadi disana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar