Jumat, 10 Mei 2013

Aku,Kau & Sepotong Penyesalan.

Hidup ini memang penuh teka teki, dari jutaan orang yang ada di bumi, dari ratusan kesempatan yang datang tapi kita hanya memilih satu saja yang menjadi pemilik hati. Hidup kadang menyebalkan sekali, ada banyak hal yang kadang kita terlalu takut untuk melangkahkan nya dan akhirnya menyesal karena pilihan kita tidak sesuai dengan isi hati yang sebenarnya.

Sejuta takut yang menghampiri hati ini padahal di sisi hati yang paling dalam kita sangat menginginkannya, di setiap hembusan nafas kita membawa rasa itu, bahkan setiap doa hanya memintanya, sekeras apapun kita mencoba menghilangkannya, membuangnya jauh atau menghapusnya, tapi yang terjadi sebaliknya rasa itu semakin mengakar dan tak bisa di hapus oleh apapun di dunia ini.

Ketika hati ini dikalahkan logika sempit melangkah pada kesalahan yang membuat luka yang lebar di hati, kita berusaha tersenyum pada dunia padahal hati ini menangis tanpa air mata. Berada di tempat yang mempunyai kenangan indah tentu akan sangat membahagiakan tapi tidak bagi diri yang salah melangkah tidak menuruti keinginan hati, setiap tempat penuh kenangan hanya memperlebar luka yang semakin menganga.

Ketika langkah ini masuk dalam jurang terjal yang tak bertepi dan seluruh logika meruntuhkan cita cita, serta semangat hati untuk meraih mimpi, di saat hati kembali memanggil sang pemiliknya, kita di hadapkan pada dua pilihan yaitu kembali mendaki jurang dan berharap semua bisa kembali seperti sedia kala atau terus terbenam dalam jurang yang memaksa kita menangis tanpa air mata dan tersenyum dengan penuh kepalsuan kepada dunia.

Sungguh hati ini tak pernah berubah sedikitpun untuk mencintainya, hati ini memanggil mangil namanya,  mimpi ini hanya ada dirinya, setiap daun yang jatuh mengguratkan wajahnya, sungguh kerinduan yang tak bertepi ini selalu ku titipkan pada semesta agar menyampaikan bahwa hati ini tak pernah sedikitpun berubah karena dirinyalah pemilik hati ini.

Hampir setiap hari setelah menghadap sang pemilik semesta, ku minta satu hal pada Sang yang tak pernah ingkar janji agar menjaga rasa ini sampai surga, jika memang dunia yang penuh sesak dan air mata ini tak bisa menyatukan hati ini, biarlah pemilik semesta memberikan takdir pada hati ini agar menyatu di tempat setelah dunia, tempat yang pemilik semesta janjikan penuh dengan kebahagiaan yang tak terhingga, disitu tidak ada lagi air mata, disana tidak ada lagi penyesalan, disana tidak ada lagi salh pilih atau salah langkah, diri yang hina ini meminta pada pemilik semesta yang agung untuk menjadikan cinta kami abadi disana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar