Meski sama dengan judul lagu yovie
& nuno tapi yang kurasakan saat ini ga jauh beda dengan judul lagu itu,
terlalu banyak kenangan yang tak bisa dilupakan, apalagi tentang dirimu, walau
kita tak pernah berbicara barang 5 menit sekalipun, tapi entah mengapa dirimu
begitu membekas di hati ini, rasa itu tumbuh sangat alami, tanpa pupuk dan
bumbu – bumbu, sekali tumbuh tak bisa di cabut, semakin di pangkas tunas –
tunas cinta ini semakin banyak tumbuh bahkan dua kali lipatnya.
Andai Pemilik Semesta menjodohkan
kita, ku ingin banyak bersamamu walau hanya diam, tapi itu sudah lebih dari
cukup bagiku, jujur maaf jika diri ini terlalu tidak percaya diri dan takut.
ketika hati ini membuncah karenamu ku kirimkan doa-doa ke langit agar suatu
hari atau di hari kemudian Pemilik Semesta menyambungkan sinyal hati ini, meski
diriku tak pernah tahu apakah di daerah hatimu ada sinyal juga yang bisa
menerima sinyal ini, tapi ku yakin satelit Pemilik Jagat Raya ini sangat kuat
menerima sinyal dari hatiku.
Saat pagi menyapa, aku selalu
titipkan rindu pada mentari yang tersenyum hangat, kutitipkan pada embun pagi
yang menetes, kutitipkan pada burung – burung yang bernyanyi. Jujur jika
Pemilik Semesta mengabulkan doa-doaku yang menggantung dilangit dan membuatmu
halal bagiku, ku akan utarakan semua isi hati ini tanpa sedikitpun rahasia,
aduhai tapi apakah ku sanggup sedangkan untuk berbicara denganmu saja bibir ini
bagaikan bisu mendadak. Semoga Tuhan Pemilik Semesta mengabulkannya.
~catatan
harian september 2010 “Kau, Aku dan
segenggam harapan cinta”~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar