12 jam lebih terjadi pemadaman
listrik dari tengah malam hinggan jam 1 siang, luar biasa di kota ini meski
dekat dengan ibu kota tapi hal-hal seperti ini sering terjadi entah di pelosok
mengalaminya juga atau tidak, meski listrik tak menyala dan mematikan aktivitas
sebagian besar masyarakat termasuk penulis dalam memposting tulisan di blog ini, tapi tak
membuat penulis padam untuk terus merangkai kata-kata untuk pemilik hatiku yang
berada jauh dari sini, ketahuilah cintaku tak pernah padam walau seluruh gardu
PLN idak berfungsi. J
Hari ini bongkar – bongkar kardus
lama dan menemukan sebuah buku yang mengingatkanku pada dirimu wahai pemilik
hatiku, buku yang dirimu juga membacanya, di awal buku itu masih tersimpan tulisan
– tulisan ku yang menjadwal masa depan, kau tau salah satu poinnya ada dirimu
bersamamu mengikat tali yang sangat kuat dalam sebuah prosesi yang sakral “akad
nikah”, dan masih banyak poin – poin yang ku tulis di lembar – lembar awal buku
itu, tapi entahlah kenapa poin-poin itu tidak terjadi sekarang dan banyak yang
tidak sesuai, mungkin Pemilik Semesta menunda doaku dan memberikannya di saat
yang tepat dan ketika itu terjadi maka itu adalah hadiah terindah dari pemilik
semesta.
Ku renungkan kembali mungkin masih
banyak amalku yang belum ikhlas, masih belum bisa menjadi laki-laki yang baik
dan sejuta kekurangan lainnya, tapi buku lama ini selalu memberi kecerahan
dalam hati dan semangat untuk tidak mudah menyerah terhadap realitas, mungkin
ini yang selama setahun lebih ini hilang dariku. Mulai hari ini ku akan bawa
terus buku ini dan mengamalkan isinya, semoga poin-poin yang kutulis mewujud dalam
kehidupan ini secepatnya. Ya Allah Ampuni dosaku, dosa kedua orang tuaku, dosa
guru-guruku, dan dosa kekasih hatiku, limpahkanlah keberkahan kepada mereka
semua, mudahkan segala urusannya dan kumpulkan kami bersama di surgamu yang
indah. Aamiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar