Di penghujung bulan
rajab ini banyak sekali yang ingin ku sampaikan padamu cintaku, tapi selalu
tertahan di tenggorokan dan tulisan tangan, ku masih ingat bulan rajab dua
tahun yang lalu ketika ku melihatmu mengenakan busana ungu-ungu, apa dirimu ingat??
dirimu begitu anggun dengan busana ungu itu, mungkin dirimu sudah melupakannya,
tapi tak apa. Karena ingatanku tak pernah bisa menghapus setiap memori
tentangmu, jika di coba di hapus maka akan semakin membuatku ingat kepadamu. Apakah
dirimu juga alami yang sama?? Entahlah, tapi jika pun iya ku sangat bersyukur.
Semua warna
sangat cocok denganmu, tapi ku lebih sering melihatmu menyukai warna coklat,
merah, hijau dan ungu. Tapi tak masalah apapun warna yang dirimu kenakan tetap
menampilkan sosok yang anggun dan harus ku akui cinta ini berjuta warna serta
rasanya, mungkin melampaui Me-Ji-Ku-Hi-Bi-Ni-U dan jika seluruh kanvas di dunia
di gunakan untuk membuat warna cintaku padamu maka akan menghasilkan karya seni
cinta yang tak ternilai harganya. (mungkin dirimu akan bilang ini “Lebay”).
Apakah dirimu
tau dari mana datangnya cinta? Banyak orang bilang dari mata jatuh ke hati tapi
pernyataan itu salah menurutku, karena cintaku padamu datang dari hati. Tapi ku
tak mau berharap banyak, takut kecewa lebih dalam. Ini hanyalah tulisan
perasaan yang ingin ku tumpahkan selama ini, mungkin terlambat tapi semakin di
pendam dalam hati semakin sakit hati ini, ku ingin jalan ini dengan tulus,
tidak berharap banyak dan semoga melancarkan urusan rasa ini lebih mudah
kedepannya.
Mengenang dua
tahun yang lalu seperti mengenang dua hari yang lalu, waktu begitu relatif
ataukan hati ini memang tak mengenal waktu?? Dia hanya mengenal memori-memori
yang sangat kuat terukir di dalamnya, iya ku akui perasaan ini tak mengenal
waktu, semakin lama semakin kuat dan semakin menghujam. Entah teori apa yang
bisa menjelaskan hal ini tapi lupakanlah semua teori, ku ingin membuat sebuah
metanarasi cinta kita yang indah dan happy ending. Apakah dirimu mau
menuliskannya bersamaku??. Apapun jawabannya sampaikanlah lewat angin yang
menerpa wajahmu di pagi ini. I do long
for you.


















