Kamis, 10 Oktober 2013

TULISANMU BERNYAWA MESKI KAU TELAH TIADA



Menulislah di mana saja.
Di kesunyian juga di keramaian manusia.
Jangan berhenti menulis,
meski hidupmu penuh tangis.
Karena tulisan yang berasal dari tangisan,
bahkan bisa mengajarkan orang tentang ketegaran
menghadapi kejamnya kehidupan.
Kalau kau ingin menuliskan perasaan
atau pengalaman,
tulislah karyamu, Kawan!
Jangan biarkan
idemu hanya berkeliaran dalam pikiran.
Jadikan ia sebuah tulisan yang berguna
buat orang yang membacanya.
Ketika ide datang mengetuk pintu pikiran,
cepat tangkap dan tuangkan.
Jadikan sebuah tulisan!
Jangan malu!
Jangan ragu!
Karena menulis bukan hanya kemauan,
keinginan dan angan-angan.
Ia adalah gerak sukma
yang menjelma dalam tindakan nyata.
Bahkan Seorang penulis Bestseller dunia.
Yang dijuluki “Raja Horor Dunia”
STEPHEN KING, pernah berkata
dengan indahnya:
“Menulis adalah mencipta.
Dalam suatu penciptaan
seseorang mengarahkan
tidak hanya semua pengetahuan, daya,
dan kemampuannya saja,
tetapi ia sertakan seluruh jiwa
dan nafas hidupnya.
Untuk menjadi penulis,
yang dibutuhkan hanyalah kemauan keras untuk menulis
dan kemudian mempraktekkannya,
orang yang hanya mempunyai kemauan untuk menulis
namun tidak pernah melakukannya.
Maka ia sama saja dengan bermimpi
untuk memiliki mobil sendiri,
tanpa ada usaha
dan kerja keras untuk memilikinya.”.
Teruslah menulis, jangan berhenti.
Karena tulisan yang bisa mengisi
cangkir-cangkir sunyi hati.
Akan terpatri abadi di dinding bumi.
Bukankah Sastrawan Besar
PRAMOEDYA ANANTA TOER, pernah indah berujar:
“TERUS MENULIS,
JANGAN BERHENTI,
KAPAN PUN
DI MANA PUN
KARENA TULISANMU TETAP BERNYAWA
WALAUPUN KAU SUDAH TIADA!”


*Buddy Rahmadinovich


Tidak ada komentar:

Posting Komentar