Baginya pagi adalah waktu yang paling indah
Dalam potongan 24 jam sehari
Sedikit terasa lebih indah ketika pagi datang,
sedikit perasaan legah memenuhi sepotong hatinya
Matahari tenggelam di bawah kaki langit cakrawala
Semburat jingga senja bersamanya saat bercerita
6 kuntum bunga dan potongan kejadian masa lalu
Baginya pagi adalah waktu yang paling indah
Ketika Janji-janji itu baru muncul
Seiring embun menggelayut di ujung dedaunan
Ketika harapan-harapan baru merekah
Bersama kabut yang mengambang,..
Matahari tenggelam di bawah kaki langit cakrawala
Semburat jingga senja bersamanya saat bercerita
Cinta 2 kuntum bunga’
dengan pengertian dan pemahan cinta yang berbedah
Baginya pagi adalah waktu yang paling indah
Dari potongan 24 jam sehari
Matahari tenggelam di bawah kaki langit cakrawala
Semburat jingga senja bersamanya saat bercerita
Tentang 4 kuntum bunga’ yang hebat
menumbuhkan kekuatan tuk mengugurkan kesedihan
Ceritanya melesat, melepas hari-hari begitu cepat,..
Ceritanya merekah
Menumbuhkan pengertian
Waktu akan mengajak hatinya berdamai
Menumbuhkan pemahaman
Hakikat memilikinya
Dengan tidak terlalu menginginkannya
Ceritanya melesat, melepas hari-hari begitu cepat,..
Ceritanya merekah
Di antara ceritaku,.. ceritamu,.. cerita banyak kepala,..
Seperti ,..
di titipkannya Kesempatan pada guratan takdir’Mu
Seperti,..
Engkau kehendaki mawar itu tumbuh di atas tegarnya karang
Ceritanya merekah
di dalam kamar pemahaman baru
Dari cerita miliknya.
Aku titipkan seluruh urusan ini kepada-Mu Tuhan
Tentang satu ruang kecil yang ku miliki
Menerima kata cukup
Atau
belajar lagi tentang kata kesempatan,…
ceritanya terus merekah menumbuhkan pengertian,..
~Enn Sumarwanty~
Diambil dari novel sunset bersama rosie

Tidak ada komentar:
Posting Komentar