Sabtu, 19 Oktober 2013
*Pelampiasan
Ada seorang guru, beliau ini pernah dimasukkan ke dalam penjara atas tuduhan yang mengada-ada saja. Bertahun2 lamanya mendekam di balik jeruji, diputus dari kehidupan. Dan akibatnya bukan hanya ke dia secara pribadi, tapi keluarganya susah. Tulang punggung, yg mencari nafkah dipenjarakan, istrinya harus bertahan hidup dengan anak2 yang masih kecil dan banyak.
Marah? Jengkel? Protes? Saya tidak tahu bagaimana perasaan guru ini. Tapi yang saya tahu persis, dia 'melampiaskan' seluruh masalah hidupnya itu dengan dua hal. Satu, dia mengadukan langsung kepada Tuhan. Dua, dengan menulis. Guru ini menghasilkan karya terbesarnya dari balik penjara. Tidak banyak orang yang bisa menulis kitab tafsir Al Qur'an di negeri ini. Hanya hitungan jari, dan guru ini salah-satunya. Menyelesaikan tafsir Al Azhar dari balik penjara.
Juga orang2 lain di jaman dulu. Seorang pelukis yang hidupnya sedang galau, masalah bertubi2 datang, maka dia melampiaskan masalah tersebut dengan melukis. Melahirkan masterpiece. Seorang adventurir yang sedang jengkel, maka dia melampiaskan dengan berpetualang lebih jauh lagi. Orang2 jaman dulu punya penyaluran yang efektif dan bermanfaat. Ada yang memutuskan bekerja lebih giat, lebih semangat, berusaha melupakan sesak di hati. Ada yang memutuskan terus belajar, sekolah tinggi, menyibukkan diri, berusaha menghilangkan rasa marah, frustasi. Ada yang membuat/merajut pakaian, ada yang masak, ada yang bertaman/berkebun, dsbgnya, dsbgnya. Apapun itu, memilih menapak titik lebih tinggi dan bermanfaat.
Apa mau dikata, perasaan marah, jengkel, atau rindu, kangen, atau benci, kecewa, atau galau, menunggu, dan berpuluh perasaan lainnya memang butuh pelampiasan. Masalah hidup yang kita temui sehari2 memang butuh penyaluran agar kita tidak pecah, jebol, memikirkannya sendirian. Maka, teladan orang2 ini sungguh mengagumkan, mereka melampiaskannya dengan cara tepat, menyalurkannya sekaligus agar bermanfaat.
Hari ini, semoga kita mengikuti teladan mereka. Itulah gunanya punya hobi yang bermanfaat, aktivitas positif, agar kita punya alternatif yang baik. Saat kita galau, please salurkan dengan cara yang keren. Saat kita marah, kecewa, juga salurkan dengan cara yang keren. Bukan sebaliknya, hobinya internetan, aktivitasnya jejaring sosial, saat galau, marah dan kecewa, maka hanya itulah tempat menyalurkannya. Berceceran di mana2, bahkan entah kita malu atau tidak, menyadari atau tidak. Bukannya masalahnya selesai, tapi malah membocorkan aib--yg sungguh dilarang. Bukannya bermanfaat atau efektif, malah membuat diri sendiri semakin rumit, jalan di tempat.
*Tere Liye
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar