Jumat, 11 Oktober 2013

KALAU KAU INGIN JADI SESEORANG MERANTAULAH KE NEGERI ORANG!



Saat Istirahat, Di bandara Soekarno Hatta saya berjumpa dengan seorang pemuda yang dengan gagahnya membawa travel bagnya. Ia lalu duduk di sampingku. Dengan ramah ia menyapaku. 
Anda tampak bahagia, Kawan?”Tanyaku
“Karena saya akan bekerja di Eropa!”
“Ah ya!”
“Ya, cita-cita saya untuk merantau ke negeri seberang menjadi kenyataan!”
“Untuk apa bekerja di negeri orang? Apakah di negeri sendiri sudah tak ada lowongan pekerjaan?”
“Saya ingin bekerja di negeri orang, karena saya ingin mencari pengalaman juga uang. Uang itu akan saya gunakan buat saya kuliah lagi, Bikin Ibu dan Bapak naik haji, membangun rumah, membeli tanah dan sawah serta membuat sekolah buat orang-orang yang kekurangan!”
“Duh, sungguh mulia cita-citamu itu.
By the way, anyway busway, di sana berapa gajimu?”
“40 jutaan!”
“Siuuus miapa?”Tanya saya menirukan iklan.
“Demikian! Itu menurut kontrak yang saya dapatkan!”
“Itu perbulan?”
“Benar Kawan, makanya doakan saya biar lancar bekerja di sana, ya!”
“Saya do’akan kamu sukses di negeri orang, Kawan!”
“Makasih, yuk saya duluan,ya!”Katanya seraya
berdiri lalu menuju tempat pemberangkatan.
Aku termangu-mangu. Lalu meneruskan pekerjaan menyapuku.
Di benakku tiba-tiba terngiang-ngiang kata-kata guruku dulu
yang membacakan puisi penuh motivasi
dari IMAM SYAFI’I.

.....................................................................................

Merantaulah...
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman.
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang.
Merantaulah, kau akan dapatkan
pengganti dari kerabat dan kawan.
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan.
Jika mengalir menjadi jernih,
jika tidak akan keruh menggenang
Singa jika tidak tinggalkan sarang,
tak akan mendapat mangsa .
Anak panah jika tidak tinggalkan busur,
tak akan kena sasaran.
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam.
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang.
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
Jika hanya berada di dalam hutan..
Jika engkau tinggalkan tempat kelahirnamu,
engkau akan temui derajat mulia di tempat yang baru
dan engkau bagaikan emas yang sudah terangkat dari tempatnya.
Pergilah merantau untuk mencari kemuliaan
karena dalam perjalanan itu ada lima kegunaan,
yaitu: menghilangkan kesedihan,
mendapatkan penghidupan,
mendapatkan ilmu, mengagungkan jiwa,
dan dapat bergaul dengan banyak orang.


*Buddy Rahmadinovich

Tidak ada komentar:

Posting Komentar