Sabtu, 06 Juli 2013

Mencari jalan keluar dari labirin khayal.


Aku sangat tahu arti sebuah kesedihan dan berdiri sepanjang hari, sepanjang bulan dan kini sudah hampir setahun ku sering berdiri di tempat ini. Tempat terakhir kita bertatap muka secara langsung. Banyak sekali tempat yang nyaman untuk bisa mengenangmu tapi aku lebih suka disini. Apakah kau sudah melupakannya?? Oh Tuhan sulit sekali melupakan setiap kejadian yang terpaut dirimu, semakin kulupakan semakin kuat ingatan itu melebihi ingatanku pada jumlah angka empat hasil penjumlahan dua di tambah dua.

Beberapa literatur mengatakan untuk mengobati kesedihan ini biarlah waktu yang akan menerbangkanya, menghapusnya dan menenggelamkannya. Tapi ku berani bersumpah bahwa teori itu sangat parsial sekali dan tak berlaku padaku. Karena jujur aku sudah berusaha membunuh perasaan ini berkali kali dan ternyata aku tak bisa melakukannya. Ku coba untuk memangkas tunas – tunas perasaan ini dan apa yang terjadi ternyata rasa ini semakin lebat tumbuh, akarnya menghujam semakin dalam  dan akhirnya ku menyerah dan kubiarkan rasa ini semakin tumbuh menjadi hutan hijau yang menyejukan jiwa, walau itu berarti ku harus menikam hati setiap detik, setiap kali rasa rindu itu muncul dan Semakin hari kerinduan itu semakin membuncah.

Cinta memang gila!!  Dan diriku sudah kehilangan akal sehat untuk memberikan keseimbangan. Sampai detik ini aku tak bisa keluar dari kebingunangan menentukan mana yang benar-benar nyata dan mana yang khayalan imagener yang kuciptakan begitu indah itu. Padahal jelas jika ku minta pendapatmu pasti dirimu memintaku untuk keluar dari labirin ini dan kembali pada dunia nyata. Hatiku akan selalu berkata “iya” jika dirimu yang pinta, meski itu adalah hal yang sulit. Ku akan berusaha keluar dari labirin ini dan muncul kembali di dunia nyata.!!


  Aduhai jujur ku sangat rindu senyuman itu, senyuman tulus yang kau berikan tanpa beban. Senyum yang kau berikan padaku di mimpi itu, di atas atap sebuah rumah ditengah padang rumput antah barantah. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar