Rabu, 24 Juli 2013

Bermandikan Hujan

Ku bermandikan hujan, setiap tetes air membuatmu tertawa seperti tak pernah tertawa sebelumnya. Hujan bisa melupakan diri pada air mata.

Ku rentangkan tangan seperti siap memeluk sesuatu, ia bilang sudah siapkah memeluk kehilangan??

Kepadaku dia tak pernah jujur soal perasaan, untuk apa membeli seribu payung namun tak ada yang di pegarkan kecuali mengaku, dia tak mau orang – orang takut pada masa lalunya sendiri.

Ku senang sekali bermandikan hujan karena saat itu dunia tak akan pernah tahu air mataku, aduhai hujan.. Ia tak pernah bermadikan hujan tanpamu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar