Ku
bermandikan hujan, setiap tetes air membuatmu tertawa seperti tak pernah
tertawa sebelumnya. Hujan bisa melupakan diri pada air mata.
Ku
rentangkan tangan seperti siap memeluk sesuatu, ia bilang sudah siapkah memeluk
kehilangan??
Kepadaku
dia tak pernah jujur soal perasaan, untuk apa membeli seribu payung namun tak
ada yang di pegarkan kecuali mengaku, dia tak mau orang – orang takut pada masa
lalunya sendiri.
Ku
senang sekali bermandikan hujan karena saat itu dunia tak akan pernah tahu air
mataku, aduhai hujan.. Ia tak pernah bermadikan hujan tanpamu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar