Rabu, 12 Juni 2013

Gerimis dini hari


Gerimis di pagi buta, tak jauh berbeda dengan hatiku yang sedang gerimis rindu, setitik – setitik jatuh ke dalam ujung hati  yang penuh luka, membasahinya dengan kesejukkan penuh makna, benar sekali kata pujangga amatir bahwa cinta itu berjuta rasanya, setiap hari ada saja rasa unik yang cinta hadirkan dan memberikan warna bagi kehidupan yang kita jalani.

Semoga di kotamu gerimis juga turun dengan indah dan mempunyai irama khas, karena ku berharap dirimu bisa mendengarkan gemercik gerimis yang membawa  pesan rinduku untukmu. Semakin hari diriku semakin tak bisa membedakan mana realitas yang nyata dan mana realitas alam bawah sadar yang ku hadirkan dalam kenyataan , dan selalu saja diriku memanifestasikan engkau hadir di dalam kehidupanku. Hingga kadang muncul tanya apakah diriku sudah mulai gila karenamu??

Entahlah, jika diri ini mulai tak bisa sadar, ku berharap dirimu menyadarkanku, atau menarikku kedalam bangunan mimpi yang tak mempunyai ujung serta tanpa jalan keluar. Tapi diriku sangat takut sekali jika harus keluar dari alam bawah sadar ini, karena realitas nyata mengajarkan hal yang berbeda. Berkali kali ku hentakkan kaki ini ke bumi agar bisa kembali pulih kesadaran ini dan bergumam “ayo bangun” tapi seketika itu pula diriku tercebur dalam mimpi indah yang ku ciptakan bersamamu. Ku ingin dengar  suaramu mengatakan “jangan terus kau lakukan itu, ajaklah diriku kedunia nyata bersamamu”.

Seorang guru subconsius pernah mengajarkanku tentang menembakan mimpi ke langit dan itu tak beda dengan berdoa tapi menembakan mimpi ke langit mempunya banyak syarat seperti kita harus yakin tanpa sedikit ragu dan kita harus sangat ikhlas atas semua nikmat yang Pemilik Semesta berikan. Kelihatannya pelajaran lama dari guruku tercinta sudah lama ku tinggalkan, sekarang saatnya untuk mengulang pelajaran kembali, ku akan menarikmu ke dalam realitas nyata dan bertutur pada dunia bahwa diriku belum gila.


~gerimis sampaikan rinduku padanya~


Tidak ada komentar:

Posting Komentar