Minggu, 11 Agustus 2013

Cinta Laksana Sungai Besar


“Kalian tahu, cinta sejati laksana sungai besar. Mengalir terus ke hilir tidak pernah berhenti, semakin lama semakin besar sungainya, karena semakin lama semakin banyak anak sungai perasaan yang bertemu.”

“Cinta sejati adalah perjalanan, Cinta sejati tidak memiliki ujung, tujuan, apalagi hanya sekedar muara. Air laut akan menguap, menjadi hujan, turun di gunung-gunung tinggi, kembali menjadi ribuan sungai perasaan, lantas menyatu menjadi sungai besar. Itu siklus tak pernah berhenti, begitu pula cinta.”

“Nah, siklus Sungai besar ini jauh lebih abadi dibanding cinta gombal manusia,” “Beribu tahun tetap ada di sini, meski airnya semakin keruh. Sedangkan cinta gombal kita?  Jangan bilang kematian,  bahkan jarak dan waktu sudah bisa memutuskannya.”

“Camkan, bahwa cinta adalah perbuatan. Nah, dengan demikian, ingat baik-baik, kau selalu bisa memberi tanpa sedikit pun rasa cinta, tetapi kau tidak akan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi.”



(Modifikasi dari Novel Kau,Aku dan Sepucuk Ampau Merah. –Tere Liye)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar