“Kalian
tahu, cinta sejati laksana sungai besar. Mengalir terus ke hilir tidak pernah
berhenti, semakin lama semakin besar sungainya, karena semakin lama semakin
banyak anak sungai perasaan yang bertemu.”
“Cinta
sejati adalah perjalanan, Cinta sejati tidak memiliki ujung, tujuan, apalagi
hanya sekedar muara. Air laut akan menguap, menjadi hujan, turun di
gunung-gunung tinggi, kembali menjadi ribuan sungai perasaan, lantas menyatu
menjadi sungai besar. Itu siklus tak pernah berhenti, begitu pula cinta.”
“Nah,
siklus Sungai besar ini jauh lebih abadi dibanding cinta gombal manusia,” “Beribu
tahun tetap ada di sini, meski airnya semakin keruh. Sedangkan cinta gombal
kita? Jangan bilang kematian, bahkan jarak dan waktu sudah bisa
memutuskannya.”
“Camkan,
bahwa cinta adalah perbuatan. Nah, dengan demikian, ingat baik-baik, kau selalu
bisa memberi tanpa sedikit pun rasa cinta, tetapi kau tidak akan pernah bisa
mencintai tanpa selalu memberi.”
(Modifikasi dari Novel Kau,Aku dan
Sepucuk Ampau Merah. –Tere Liye)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar