Di mana saja kamu berada, luka tetap sama: pedih dan penuh
air mata.
Rabu, 28 Agustus 2013
Selasa, 13 Agustus 2013
Biarkan Cinta
Kata Hatiku, menggelitik menggangguku
Memaksaku menyimak lebih dalam lagi
Biarkan saja ku punya mau
Memandang masalah cintaku sendiri
Biar biarkan cinta membuat kisahnya sendiri
Senang, susah, galau, bahagia itu pasti ada
Biar biarkan cinta membuat keputusan akhir
Denganmu tanpamu cinta, ku tetap harus hidup
Hidup harus berjalan
Cinta... Cinta... Cinta... kata-kata itu saja
Yang selalu membuat masalah.
Senin, 12 Agustus 2013
Ku Tak Bisa Tanpamu
Ku tak biasa tanpamu, Biasanya ada kamu
Temani Aku Saat ku kacau, Saat ku Tenang
Ku Tak Biasa Tanpamu, walau pura-pura biasa
Namun Hatiku Penuh Belukar menghambat Rasa.
Denganmu warna senja sama, tak pernah kurasakan hitam
Namun Rasa bersalahku, pada masa lalu yang masih
terbayang
Denganmu Semua nyaris sempurna
Aku nya saja yang terlalu takut
Di dermaga aku bersumpah, ku cintamu
sampai laut kehilangan biru.
Ost Moga Bunda Disayang Allah.
Minggu, 11 Agustus 2013
Cinta Laksana Sungai Besar
“Kalian
tahu, cinta sejati laksana sungai besar. Mengalir terus ke hilir tidak pernah
berhenti, semakin lama semakin besar sungainya, karena semakin lama semakin
banyak anak sungai perasaan yang bertemu.”
“Cinta
sejati adalah perjalanan, Cinta sejati tidak memiliki ujung, tujuan, apalagi
hanya sekedar muara. Air laut akan menguap, menjadi hujan, turun di
gunung-gunung tinggi, kembali menjadi ribuan sungai perasaan, lantas menyatu
menjadi sungai besar. Itu siklus tak pernah berhenti, begitu pula cinta.”
“Nah,
siklus Sungai besar ini jauh lebih abadi dibanding cinta gombal manusia,” “Beribu
tahun tetap ada di sini, meski airnya semakin keruh. Sedangkan cinta gombal
kita? Jangan bilang kematian, bahkan jarak dan waktu sudah bisa
memutuskannya.”
“Camkan,
bahwa cinta adalah perbuatan. Nah, dengan demikian, ingat baik-baik, kau selalu
bisa memberi tanpa sedikit pun rasa cinta, tetapi kau tidak akan pernah bisa
mencintai tanpa selalu memberi.”
(Modifikasi dari Novel Kau,Aku dan
Sepucuk Ampau Merah. –Tere Liye)
Senin, 05 Agustus 2013
Quote
"Barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya. Barang siapa mengenal Tuhannya, maka ia tak mengenal apa-apa." [Salahuddien GZ]
dan
"kerap kita dipertemukan seseorang yang kita sayangi bukan untuk dimiliki, tetapi justru untuk mengajari kita sesuatu" [Indah P]
"Meskipun tidak bilang, itu tetap cinta, bukan?
Tidak akan berkurang nilainya. [Tere Liye].
dan
"kerap kita dipertemukan seseorang yang kita sayangi bukan untuk dimiliki, tetapi justru untuk mengajari kita sesuatu" [Indah P]
"Meskipun tidak bilang, itu tetap cinta, bukan?
*Saat hujan
Berteriaklah di depan air terjun tinggi,
berdebam suaranya memekakkan telinga
agar tidak ada yang tahu kau sedang berteriak
Berlarilah di tengah padang ilalang tinggi,
pucuk2nya lebih tinggi dari kepala
agar tidak ada yang tahu kau sedang berlari
Termenunglah di tengah senyapnya pagi,
yang kicau burung pun hilang entah kemana
agar tidak ada yang tahu kau sedang termangu
Dan, menangislah saat hujan,
ketika air membasuh wajah
agar tidak ada yang tahu kau sedang menangis, Kawan
Perasaan adalah perasaan,
Tidak kita bagikan dia tetap perasaan
Tidak kita sampaikan, ceritakan, dia tetap perasaan
Tidak berkurang satu helai pun nilainya
Tidak hilang satu daun pun dari tangkainya
Perasaan adalah perasaan,
Hidup bersamanya bukan kemalangan,
Hei, bukankah dia memberikan kesadaran
betapa indahnya dunia ini?
Hanya orang2 terbaiklah yang akan menerima kabar baik
Hanya orang2 bersabarlah yang akan menerima hadiah indah
Maka nasehat lama itu benar sekali,
Menangislah saat hujan,
ketika air membasuh wajah
agar tidak ada yang tahu kau sedang menangis, Kawan
*Tere Lije
Langganan:
Komentar (Atom)





